Anak gemuk bisa jadi terlihat lucu. Tapi ketika kebablasan yakni anak sampai kelebihan berat badan atau overweight, jangan dianggap sepele, Bun. Nah, ketika anak overweight, perlukah dia disuruh atau bahkan dipaksa berdiet?

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritional dr Muliaman Mansyur pada prinsipnya anak-anak kurus dan gemuk itu merupakan pengaruh orang tua. Misalnya orang tua sering makan, anak pun sering makan. Anak kurus atau gemuk bisa juga dipengaruhi genetik tapi kata dr Mansyur faktor lingkungan juga berperan banyak lho.

“Makannya anak-anak normalnya 2 sampai 3 kali sehari. Jadi ketika anak overweight, lebih tepatnya bukan disuruh diet ya. Lebih kita atur pola makannya yaitu kita kasih makanan sesuai porsinya. Anak-anak biasanya butuh 1.000-1.200 kalori,” kata dr Mansyur waktu ngobrol sama HaiBunda.
Dalam memberi makan anak, jangan berlebihan dan hindari terlalu banyak konsumsi makanan mengandung gula dan minyak. Jangan lupa, untuk menurunkan berat badan pada anak yang overweight, sayur dan buah juga mesti diperbanyak, Bun.

“Jangan lupa juga ajak anak lakukan aktivitas fisik. Kayak main di playground itu udah bantu bakar kalori. Walaupun, biasanya pas masuk SD anak akan kurus karena kegiatannya sudah lebih banyak. Tapi kembali lagi gimana pola makan yang diterapkan orang tua. Prinsipnya, jangan beri makanan berlebih dari porsinya,” tutur dr Mansyur.

Jika di awal anak biasa makan 2,5 piring maka perlahan turunkan porsinya jadi 2 piring kemudian bertahap sampai 1 piring, Bun. Pastikan anak mendapat makanan selingan atau snack satu sampai dua kali sehari. Ingat, makanan selingannya hindari yang tinggi gula dan lemak ya.

Dr dr Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K) mengatakan pada anak yang overweight, perlu diatur pola makannya. Anak-anak tetap boleh makan banyak namun didisiplinkan untuk makan 3 kali sehari, tidak boleh lebih. Junk food dan minuman ringan harus dihindari. Lalu, anak-anak harus memperbanyak makan sayur, buah-buahan dan air putih.

“Namun yang paling penting, kontrol dari orang tua dan keinginan anak sendiri untuk mengatasi obesitasnya. Obesitas banyak disebabkan karena gaya hidup orangtua yang tak sehat dan ditiru oleh anak-anak. Sebanyak 90 persen obesitas dipengaruhi oleh faktor lingkungan yaitu pola hidup tak sehat,” kata dr Damayanti.

Seperti kita tahu, risiko penyakit metabolik seperti diabetes melitus, hipertensi hingga penyakit kardiovaskular lain lebih besar dimiliki oleh anak yang kelebihan berat badan. Untuk itu, selain mengatur pola makan si kecil, pola makan kita juga perlu diatur, Bun. Karena bagaimanapun orang tua adalah contoh bagi anak-anaknya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here