Guru menjadi komponen penting dalam edukasi. Tapi akan lebih menarik ketika edukasi dijalankan dengan metode digital, karena dinilai mampu meningkatkan minat belajar siswa.

Seperti diketahui, saat ini banyak siswa yang bisa dibilang lebih akrab dengan ponselnya dengan pelajaran di sekolah. Namun dari situ bisa terlihat kalau banyak siswa sekarang sangat dekat teknologi. Oleh karenanya, pemanfaatan teknologi di bidang edukasi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia.

Di sisi gurunya sendiri, menurut Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Drs. Anas M. Adam, belajar dengan memanfaatkan teknologi juga bisa meningkatkan mutu guru.

Pasalnya, banyak sekolah yang lokasinya cukup sulit dijangkau, dalam artian sarana transportasinya kurang mendukung. Sehingga pemanfaatan teknologi yang dalam hal ini melalui jalur online menjadi solusi yang paling masuk akal.

“Dengan teknologi akan memudahkan pembelajaran dan membantu pekerjaan para guru. Selain itu belajar online juga bisa dengan cepat meningkatkan kualitas guru kita,” Jelas Anas, di acara Konferensi Nasional Guru Quipper 2016, di Axa Tower.

“Meski dibantu teknologi, tapi jangan lupakan seni mengajar, sehingga siswa tertarik untuk mengikuti pelajaran dan juga untuk menjaga akhlaknya,” imbuhnya.

Sementara praktisi pendidikan Itje Chodijah ingin lebih menekankan pentingnya mendidik dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Dikatakannya, guru yang hanya mengajar dan yang bisa mendidik itu berbeda. Seiring perkembangan teknologi, guru yang hanya bisa mengajar pada akhirnya oleh tergantikan oleh teknologi itu sendiri.

“Kalau cuma bisa mengajar, siswa bisa mendapatkan informasi di lebih banyak di internet. Tapi kalau pendidik tak bisa digantikan karena memiliki metode-metode yang bisa bikin siswa tertarik mengikuti pelajarannya,” ujarnya.

Selain itu pemanfaatan teknologi di bidang edukasi baiknya juga jangan asal implementasi. Sebaiknya guru yang ingin memanfaatkannya agar terlebih dulu memahaminya. Dengan begitu, guru jadi bisa memiliki kemampuan deep learning skill yang berguna untuk mengembangkan kemampuan siswa.

Komponen-komponen deep learning skill antara lain adalah untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa, kolaborasi, dan meningkatkan kreativitas.

Quipper

Berkaitan dengan pemanfaatan teknologi di bidang edukasi, Quipper menjadi salah satu perusahaan yang menggelutinya. Mengandalkan yang namanya Quipper Video dan Quipper School, perusahaan ini mengajak siswa dan para guru untuk bisa memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar.

Quipper video merupakan layanan self learning untuk para siswa mulai dari kelas 3 SMP sampai kelas 3 SMA. Selain berisi konten video yang berisi materi pelajaran, siswa juga bisa melatih diri lewat soal-soal yang juga disediakan. Selain itu siswa juga bisa men-download materi pelajaran yang ada.

Disampaikan Tri Nuraini, Marketing Manager Quipper, secara total sudah ada 800 jam video di layanan Quipper Video. Sementara untuk soal-soal pelatihan sudah mencapai 900 ribu. Adapun topik atau materi pelajarannya sendiri sampai saat ini sebanyak 8.000 materi.

“Keuntungan belajar dengan Quipper adalah dilakukan online, jadi bisa di mana saja. Kontennya juga lengkap, dan selalu mengikuti perkembangan dan kurikulum yang berlaku,” kata Tri.

Sementara itu layanan Quipper School disediakan untuk para guru. Tenaga pengajar bisa memanfaatkan Quipper School dalam aktivitas mengajarnya. Konten yang berada di Quipper School sebagian dikembangkan sendiri oleh tim Quipper yang rata-rata diisi oleh orang-orang dari bidang pendidikan, guru-guru, dan juga ada kontributor.

“Konten Quipper kita bikin sendiri, tapi kalau guru menganggap ada yang kurang bisa menambahkan kontennya sendiri,” tambahnya.

Tri mengklaim saat ini Quipper sudah dipakai oleh lebih dari 2 juta pengguna untuk yang Quipper video, sedangkan yang Quipper school sudah ada sekitar 200 ribu guru yang memanfaatkannya.

“Untuk Quiper School kita gratiskan karena guru yang menggunakannya juga ikut menyumbang kontribusi untuk konten. Sedangkan Quipper Video itu berbayar, karena sifatnya premium. Kami sudah siapkan kontennya semua,” pungkas Tri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here