Thursday, May 23, 2019
Home Headline News Berita Polisi Kapolres Gresik Gelar Konferensi Pers Tindak Pidana Korupsi Oleh Oknum Kades

Kapolres Gresik Gelar Konferensi Pers Tindak Pidana Korupsi Oleh Oknum Kades

0
84

  1. Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Gresik berhasil membongkar kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Kepala desa Segoro madu Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik Berinsial SH.

Pada Konferensi Pers digelar sore tadi Rabu (15/8/2018) pukul 16.00 wib Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan, pihaknya berhasil membongkar penyalahgunaan pemakaian Anggaran APBDES yang semestinya digunakan untuk pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pendapatan Asli Desa (PAD), Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), Bantuan Keuangan (BK), dan Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHP). Desa Segoromadu mendapatkan anggaran sebesar RP. 1,568 Milliar tahun anggaran 2017. Dana tersebut untuk peningkatan infrastruktur seperti Drinase dan jalan permukiman serta kebutuhan desa lainnya. Dana itu awalnya sebesar Rp 1,2 Miliar lebih untuk realisasi belanja tahun anggaran 2017 dari 11 kegiatan pembangunan pada tahun 2017.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan dilakukan pemantauan di lokasi selama 4 bulan, pekerjaannya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya serta tidak sesuai dengan RAB, terang Kapolres.

Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Andaru Rahutomo, S.H., S.I.K. menambahkan dari hasil pemeriksaan oleh ahli dari Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Gresik ditemukan pekerjaan proyek tidak sesuai dengan RAB.

“Tersangka bermodus tidak membentuk panitia pelaksana, padahal dalam peraturan Bupati Gresik pasal 30 ayat (1) No 7 tahun 2017, kepala desa harus membentuk panitia pelaksana pada setiap kegiatan pembangunan,” tambahnya.

Dijelaskan oleh Kapolres, pada 2017 pemerintah menetapkan anggaran ke Desa Segoromadu sebesar Rp 1,56 Milliar lebih, dari jumlah dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastuktur dan jalan kemukiman, namun setelah dilakukan pengecekan fisik pekerjaannya fiktif.

“Terungkapnya kasus tersebut setelah penyidik Tipikor melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi” jelas Kapolres Gresik.

Sebelumnya, Kepolisian Resort Gresik menerima laporan dari masyarakat bahwa pengelolaan dana beserta realisasi kegiatan pembangunan Desa Segoromadu Kecamatan Kebomas ada keganjalan.

Adapun barang bukti yang diamankan buku kas umum, satu buku tabungan Jatim no.rek 0277007274 a/n pemerintah desa Segoro madu, satu bendel Bukti kas masuk dan bukti kas keluar Ds. Segoro madu kec.kebomas kab.Gresik tahun 2017, beserta laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa T.A 2017, jelas AKBP Wahyu S Bintoro.

“Dengan dugaan adanya penyelewengan itu, maka negara dirugikan sebesar Rp. 244.494.751,53 ,” pungkas Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro.

Dari hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan penyelidikan dilapangan, lanjut AKBP Wahyu, pihaknya menemukan dugaan penyelewengan dan memanggil tersangka SH untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyelewengan anggaran Alokasi APBDES Tahun 2017.

Atas perbuatannya SH dikenakan dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tersangka juga diancam dengan pidana penjara minimal empat tahun, maksimal 20 tahun.

(Humas Polres Gresik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here