PASURUAN – Secara nasional, produksi daging sapi lokal di Jawa Timur hingga pertengahan tahun 2018 lalu belum mencukupi kebutuhan nasional atau baru memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan daging. Kementerian Pertanian memprediksi, produksi daging sapi hingga akhir tahun 2018 diperkirakan sebanyak 403.668 ton, sedangkan perkiraan kebutuhan daging sapi sebesar 663.290 ton, sehingga masih mengalami defisit.

Untuk mengatasinya, pemerintah pusat pun menargetkan percepatan swasembada daging sapi dengan strategi yang mengarah pada pembibitan dan pengembangbiakan. Salah satunya dengan Inseminasi Buatan, agar produksi sapi cepat meningkat. Peluang usaha, dibalik kurangnya pemenuhan daging sapi tersebut, dilirik oleh salah satu pengusaha asal Pasuruan, H.Kelana Aprilianto, yang kemudian mengembangkan peternakan sapi miliknya di Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, menjadi sebuah peternakan yang kedepannya bisa untuk memenuhi kebutuhan daging sapi baik secara lokal maupun nasional.

Saat ini sebanyak 543 sapi dari berbagai macam jenis, yaitu: jenis sapi lokal (PO), sapi Bali, sapi Mataram, sapi Madura, Simental, Limusin dan Brahmana, terdapat di peternakan milik pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Hanura Jatim itu. Dari jumlah tersebut, 95 persen sapi berkelamin betina, karena tujuannya untuk pengembangbiakan. “Target kedepannya, saya akan terus menambah hingga sekitar 5000 sapi untuk dikembangbiakan disini. Saat ini belum ada yang kita jual, karena kita masih fokus untuk pengembangbiakan dulu, dan penambahan pembangunan kandang,” terang H.Kelana Aprilianto.

Masih menurut politisi kawakan ini, awalnya ia mendirikan peternakan sapi tersebut hanya untuk sekedar hobby dan hiburan, untuk menghilangkan kepenatan dan pikiran dari dunia politik. “Awalnya memang sekedar untuk hobby, namun nanggung kalo cuma sedikit jumlahnya. Akhirnya saya tekuni dan ada peluang untuk pemenuhan kebutuhan daging sapi di Jawa Timur. Karena selain untuk bisnis, kedepannya peternakan ini akan menjadi peternakan yang berkonsep edukasi dan RANCH modern,” terang H.Kelana. (psr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here