Penyembuhan Covid-19 dengan Convalescent plasma Belum Maksimal

0
92

Meski diyakini mampu mempercepat kesembuhan pasien penderita coronavirus disease 2019 (Covid-19), sejauh ini metode pengobatan convalescent plasma belum bisa diterapkan maksimal di Jatim.

Sebab, selain stok plasma darah yang dimiliki Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jatim masih terbatas, jumlah relawan yang sudah mendonorkan plasmanya sedikit. Meski demikian, yang melegakan, tingkat kesembuhan pasien positif virus korona di provinsi ini melonjak tajam.

Ketua GTPP Covid-19 Jatim Rumpun Tracing dr Kohar Hari Santoso menyatakan, penyembuhan pasien lewat convalescent plasma masih terbatas. ”Saat ini ada 7 pasien yang sudah menggunakan plasma darah. Satu pasien mengalami perkembangan positif,” katanya kemarin.

Hingga kini, stok plasma darah yang dimiliki memang tak banyak. GTPP hanya mendapat jatah 21 plasma dari pusat. Jumlah itu hanya bisa dipakai untuk tujuh pasien (satu pasien mendapat jatah 3 plasma).

Sementara itu, upaya GTPP Covid-19 untuk memperoleh donor plasma dari pasien sembuh juga belum bisa cepat. Sebab, meski sudah ada 22 orang relawan yang siap menyumbangkan plasma darah, hingga saat ini baru dua orang yang sudah bisa donor. Sebab, ada banyak protokol yang harus dilakukan sebelum plasma darah itu diambil.

Untuk diketahui, convalescent plasma digadang-gadang bisa menjadi metode mempercepat kesembuhan pasien positif Covid-19. Caranya, memasukkan plasma darah pasien sembuh ke pasien yang dirawat.

Meski demikian, yang cukup menggembirakan, jumlah pasien Covid-19 di Jatim yang dinyatakan sembuh makin bertambah. Bahkan, dalam sepekan terakhir, angka kesembuhan di provinsi ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi berlangsung. Hingga kemarin, dari total kasus positif sebanyak 7.589 orang, 2.192 pasien (28,8 persen) dinyatakan sembuh/negatif.

Berdasar hasil GTPP Covid-19 Jatim, makin tingginya jumlah pasien sembuh tak terlepas dari deteksi dini yang dilakukan gugus tugas. ”Karena pasien terdeteksi lebih awal, dampaknya positif. Mereka bisa cepat ditangani,” kata dr Kohar Hari Santoso.

Selain itu, masifnya program rapid test di seluruh wilayah Jatim ikut menyumbang pertambahan angka kesembuhan. Sebab, banyak pasien yang terpapar Covid-19 awalnya tidak memiliki gejala. Baru ketahuan setelah mengikuti tes. ”Sehingga, gejala medis yang dialami pasien tidak parah. Pengobatannya bisa dilakukan dengan cepat. Dengan begitu, peluang sembuh sangat besar,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here