Mencatat Materi Kuliah dengan Menulis Tangan Ternyata Lebih Baik Ketimbang di Laptop, Ini Alasannya

0
276

Sebelum memulai pendidikan di perguruan tinggi, banyak mahasiswa baru bersiap dengan membeli laptop untuk menunjang aktivitas belajar dan mengerjakan tugas perkuliahan. Hal ini agaknya menjadi praktek wajib di masa new normal mengingat metode perkuliahan masih dilakukan secara daring.

Memiliki laptop akan menjadi investasi terbaik yang dapat dilakukan mahasiswa, sebab perangkat tersebut akan menjadi teman terbaikmu yang dapat dibawa kemana pun kamu pergi. Selain mengerjakan tugas, laptop juga dapat digunakan untuk menonton film di kosan, baca novel, dan terutama mencatat materi kuliah di kelas.

Meski banyak mahasiswa terlihat menggunakan laptopnya untuk mencatat saat di ruang kuliah, namun menurut penelitian yang dilakukan Hanover Research pada 2017 hanya sekitar 63% yang memakainya. Sisanya, masih menggunakan metode tradisional yakni memakai buku catatan dan menulis sendiri.

Merujuk pada data di atas, dapat dilihat mayoritas mahasiswa memilih mencatat materi menggunakan laptopnya, dan hal itu tentunya wajar karena mengetik lebih cepat ketimbang menulis dan kemudian bisa menyimpannya di Cloud.

Mencatat materi di laptop lebih cepat, tapi menulis tangan lebih memahami

Source: pxhere

Source: pxhere

Tetapi ada satu masalah, menurut penelitian Pam A. Mueller dari Princeton University dan Daniel Oppenheimer dari UCLA, kinerja para mahasiswa yang mencatat menggunakan laptop secara konsisten lebih buruk saat menjawab pertanyaan ujian konseptual.

Hal tersebut disebabkan mahasiswa yang mencatat menggunakan laptop hanya mengetik ulang kalimat demi kalimat yang diucapkan dosen saat ceramah. Berbeda dengan mereka yang mencatat dengan menulis tangan, karena harus menghemat waktu, mereka mendengar dosen terlebih dahulu lalu mencatatnya dengan kalimat mereka sendiri.

Hasil penelitian tersebut bisa disebut sebagai sebuah gangguan belajar, mahasiswa mendengar dan menangkap konten, tetapi mereka tidak benar-benar menyerap informasi saat disajikan kepada mereka. Ketika tiba waktunya untuk mengikuti ujian, pengguna laptop memiliki catatan dan fakta tetapi tidak dapat menarik kesimpulan tersendiri, yang membuat pertanyaan terbuka dan konseptual lebih sulit untuk mereka jawab.

Hal ini menunjukkan menulis catatan dengan tangan memiliki manfaat besar dalam memahami materi, meskipun pencatat berbasis laptop sebenarnya memiliki jumlah catatan yang lebih banyak daripada pencatat tangan mereka.

Mencatat dengan tangan tentu lebih lambat, rata-rata, orang dewasa menulis sekitar 13 kata per menit. Berbanding jauh dengan mengetik, di mana seorang dapat mencatat kata-kata dengan kecepatan 50 hingga 80 kata per menit.

Akan tetapi, waktu ekstra itu memberimu kesempatan untuk menyerap informasi, menarik kesimpulan, mencatat, dan menggambar diagram, sambil membuat konsep informasi dengan cara yang masuk akal bagi dirimu sendiri. Itu adalah sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh pencatat laptop, terlepas dari pengetahuan teknis mereka, dari balik keyboard.

Apa solusinya?

Source: flickr

Source: flickr

Jika kamu memang lebih nyaman mencatat menggunakan laptop itu bukanlah suatu hal yang salah, tapi hindari asal mengetik setiap kata yang diucapkan dosen. Melainkan, dengarkan terlebih dahulu materinya, cerna dalam pikiran, lalu tuangkan kembali di catatan dengan kalimatmu sendiri.

Dengan begitu, ketika kamu membuka lagi catatan itu ketika hendak ujian, kamu akan lebih cepat mengingat dan cenderung mengingatnya lebih lama.

Selain itu, meski mencatat di laptop banyak keuntungannya, tidak setiap mahasiswa dapat merasakannya, seperti misalnya ketika sering harus menuliskan rumus. Jika begitu, maka kamu akan lebih baik tetap menggunakan buku catatan dan menulis dengan tangan.

Opsi lain yang kini semakin banyak diminati mahasiswa adalah menulis secara digital menggunakan tablet. Perangkat tersebut memang semakin digemari dan mungkin dapat menjadi pengganti laptop, selain itu dengan membeli aplikasi seperti Notability dan Goodnotes yang harganya berkisar Rp 100-150 ribu, catatanmu bisa menjadi lebih kreatif dan enak dipandang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here