Operasi Yustisi Bagi Yang Tidak Pakai Masker Saat Nongkrong

0
63

Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan dilaksanakan di wilayah Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Ratusan orang terjaring dalam operasi serentak tersebut. Operasi dipimpin langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol. Fadil Imran dan Pandam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iriansyah. Pelanggar yang diamankan dibawa ke Taman Bungkul dan disidang di tempat.

Operasi yustisi tersebut dilakukan petugas gabungan dan Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19. Anggota gabungan ini dibagi menjadi dua tim dari Mapolrestabes Surabaya. Dua tim tersebut, satu menuju ke Jalan Tunjungan, Taman Apsari, dan Taman Bungkul. Satu tim lagi melakukan patroli di Jalan Semarang, Jalan Arjuna, dan Jalan Diponegoro.

Penindakan di Jalan Tunjungan mendapatkan lima pelanggar. Pelanggar saat itu nongkrong di salah satu kafe dan menurunkan maskernya. Ada pula yang diamankan karena tidak mengenakan masker ketika bersepeda. “Saya bawa masker, Pak,” kata pelanggar yang sempat enggan dibawa ke mobil Satpol PP.

Tim gabungan juga mengamankan satu orang yang nongkrong di Coffe Toffe, Taman Apsari. Ia tidak mengenakan masker sehingga langsung dibawa. Pelanggar ditindak dengan disita Kartu Tanda Penduduk (KTP)-nya. Kemudian, mereka dibawa dan secara bergantian disidang di Taman Bungkul. “Saya kena saat kerja dan tidak mengenakan masker. Saya bawa, tapi tidak saya pakai saat itu,” ujar Sri, salah satu pelanggar.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, penindakan ini untuk penegakan peraturan protokol kesehatan. Sejak Maret lalu, edukasi dan sosialisasi sudah dilakukan ke masyarakat. Enam bulan sudah berjalan untuk mengajak masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. “Penindakan kami lakukan untuk melindungi diri kita dan orang lain. Kami harap masyarakat lebih patuh protokol kesehatan,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, penindakan dilakukan di wilayah hukumnya. Pemilihan lokasi sudah dilakukan sebelumnya denganĀ  menyasar wilayah yang masih rendah dalam penerapan protokol kesehatan. “Kami lakukan pagi hingga malam. Ini rutin kami laksanakan. Kami denda pelanggar dengan melakukan sidang di tempat,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here