Polri Waspadai Segala Model Rekrutment Teroris Dengan Bentuk Platform Media Online

0
142

bacasaja.info Seluruh Kepolisian di Indonesia, Polri tidak mau kecolongan dengan berbagai macam aksi aksi terorisme, baik secara Lone Wolf atau perorangan dan juga secara kelompok seperti JAD dan lain sebagainya

Institusi Polri sejak dulu dikenal Sangat Getol dan Teliti untuk waspadai Metode Rerkutment Teroris melalu segala bentuk media online dan platform platform Media Sosial. Berbagai macam aksi teroris yang berhasil dilumpuhkan Polri akhirnya menghasilkan beberapa analisa tersendiri dalam antisipasi gerakan gerakan teroris di Online, hal tersebut terbukti dari dua aksi terorisme terakhir yakni yang terjadi pada Gereja Catedral yang ada di Makassar dan juga di Mabes Polri baru baru ini,  mengingat aksi aksi teror tersebut dilakukan oleh anak yang kadang masih berusia 20 tahun , bahkan seorang gadis yang terpapar radikalisme.

Disi lain  berdasarkan informasi akurat, sosok  eksekutor atau pelaku teror di Mabes Polri dengan inisial ZA diketahui keyakinannya berdasarkan Retorika dan bersumber pada sebuah Platform Media Sosial. 

Aksi Aksi terorisme di Indonesia kadang merupakan sebuah aksi yang berdasarkan dan dilandasi oleh keinginan sendiri karena meyakini sebuah keyakina yang salah , hal ini sering dikenal dengan sebutan Aksi LONE WOLF yang dilakukan secara perseorangan, dalam hal ini merupakan sebuah tantangan bagi Polri karena metode Lone Wolf ini bisa dikatakan sulit terdeteksi.

Maka dari itu berdasarkan kejadian kejadian aksi teroris yang sudah terjadi di Indonesia, Pihak Kepolisian menghimbau pada seluruh warga indonesia akan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pemahanan tentang bahaya teroris dan juga bahaya ajaran Radikalis yang sering disisipkan pada berbagai macam literasi yang mengatasnamakan sebuah agama.

Dan Juga peran Keluarga dalam mengawasi segala kegiatan di media sosial untuk mengantisipasi hal hal yang menjerumuskan sebuah ajaran, mengingat media sosial merupakan sebuah pisau bermata dua, jika tidak benar benar memahami sebuah media sosial, hal tersebut bisa menghancurkan dirinya sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here