Setelah 5 Anggota Tewas, KKB Ngemis ke Presiden Jokowi Lewat Surat

0
69

bacasaja.info Pada Saat Tewasnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen I Gusti Putu Danny membuat geram Presiden RI Joko Widodo.

Jokowi marah ketika ada aparat TNI yang gugur diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Setelah kejadian itu, Jokowi kemudian memberi perintah kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menumpas habis gerakan KKB ini.

“Saya juga telah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk terus mengejar dan menangkap seluruh anggota KKB,” kata Jokowi dalam keterangan pers secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/4/2021).

“Saya tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata di tanah Papuamaupun di seluruh pelosok Tanah Air,” ujar Jokowi.

Perintah Jokowi tersebut langsung disambut oleh Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Achmad Riad tentang kesiapan mereka.

“Intinya, kami (TNI) siap untuk menangkap seluruh anggota KKB. Kami menunggu keputusan politik Presiden Jokowi selanjutnya,” ujar Achmad seperti dilansir Antara (27/4/2021).

Setelah perintah Jokowi turun, pasukan TNI/Polri menyerbu habis-habisan kelompok KKB.

Alhasil, ada lima anggota KKB Papua pimpinan Lekagak Telenggen yang tewas.

Dalam operasi penyerangan itu, seorang aparat gugur.

Kendati demikian, petugas gabungan akhirnya berhasil merangsek ke jantung pertahanan KKB.

Kelompok Kriminal Bersenjata ini akhirnya kocar-kacir diburu petugas.

Setelah aksi penyerangan itu, KKB Papua agaknya mulai ciut.

Mereka mengemis pada Jokowi dengan cara berkirim surat.

Adapun isi surat tersebut memohon kepada Jokowi untuk tidak melakukan operasi militer di tanah Papua.

Mereka memohon pemerintah Indonesia lebih menyelesaikan masalah di Papua melalui meja perundingan.

Ketentuan dan aturan internasional menjadi dalih mereka agar Jokowi mengurungkan niatnya memerintahkan operasi besar-besaran di Papua.

Kemudian, dalam surat itu juga, KKB Papua mengajak semua elemen masyarakat, mulai Gubernur Papua dan Papua Barat, beserta tokoh lintas agama secara serentak mengeluarkan surat kecaman.

Adapun kecaman itu menolak invasi militer di Papua.

Tentu, fakta ini terasa janggal, mengingat KKP Papua sebelumnya selalu beringas, bahkan hingga menembak mati Kabinda Papua.

Diserang Netizen

Sebelumnya, melempemnya sikap KKB Papua pernah terjadi pada 2019 lalu saat akun Facebook mereka dihujani komentar dari para warganet Indonesia.

Kala itu, sebuah unggahan dari akun Facebook TPNPB ramai diperbincangkan di jagat media sosial Indonesia.

Dalam unggahan tersebut, seorang anggota KKB Papua yang mengenalkan dirinya sebagai Brigjen Aub Waker melontarkan ancaman.

Ayub mengklaim KKB Papua sedang bersiap-siap untuk menyerang PT Freeport Indonesia dengan persenjatan canggih.

Namun, siapa sangka ancaman tersebut pada akhirnya tidak pernah dilakukan oleh KKB Papua.

Penyebabnya bukan karena peran pemerintah atau militer Indonesia, melainkan disebabkan oleh komentar warganet Indonesia.

Berbagai ancaman, kecaman, dan cacian dari wargenet Indonesia bertubi-tubi muncul dalam kolom komentar akun Facebook KKB Papua tersebut.

Saking banyaknya komentar negatif yang bermunculan, akun Facebook KKB Papua sampai memohon untuk berhenti menyerang akun mereka.

“TPNPBNews Admin would like to advise all members, supporters and Indonesian citizen please kindly to avoid negative attacks one and other on your conversation. We are all peace and justice fighters. Thank you,” demikian tulis akun tersebut.

Sayangnya, seperti pernah dilaporkan oleh Microsoft lewat penelitian mereka, warganet Indonesia paling beringas se-Asia Tenggara.

Permohonan akun KKB Papua tersebut malah kembali disambut dengan berbagai ancaman dan cacian dari warganet Indonesia.

Berikut berapa dari komentar dari unggahan akun Facebook KKB Papua yang saat berita ini diturunkan sudah dihapus:

@Mas Blangkon: “Baru bagaimana…. Admin sendiri provokatornya.”

@Meurah Gayo Zairusdin: “Anda yang selalu provokatif.”

@Awal Galir “mau membela lagi…. sadarlah…kalian juga itu adalah warga negara indonesia… ngapain mau memberontak… berfikir itu pakai otak jangan pakai dengkul!”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here