Usaha Warkop Bangkrut, Suami Jualan Barang Haram

0
39

Karin, 27, yang sudah berjuang kerja keras siang dan malam, tak diimbangi Donwori. Pria 30 tahun itu benar-benar tidak pernah mengerti dengan usaha istrinya. No reken alias gak peduli babar blas. “Saya kerja sendirian, eh dia malah enak-enakan tidur. Bangun tidak mau kerja, yang ada malah pergi ke warung kopi,” ujar Karin.

Sebelum diterima kerja di perusahaan yang sekarang, Karin sempat membuka warung kopi. Warkopnya tak jauh dari rumahnya. Itu pun Donwori tidak pernah bantu. Yang ada malah mengajak teman-temannya nongkrong di warung kopinya. Minta kopi gratis. Kadang malah imbuh gorengan dan rokok. Benar-benar bikin Karin muntab.

Ketika teman-temannya nongkrong di warkop istrinya, Donwori memang tidak memperbolehkan temannya untuk membayar. Itu membuat Karin marah dan kecewa dengannya. “Lah dikiro warunge mbahe nggak diolehi bayar. Lama-lama bisa bangkrut bandare kalau gini terus,” lanjutnya.

Setelah itu, usaha Karin membuka warung tersebut bangkrut. Lagi-lagi Donwori tidak memperdulikannya. Ia malah memilih untuk menjual barang haram bersama teman-temannya.  Tahu kalau suaminya berjualan barang terlarang, Karin pun angkat tangan. Ia memilih untuk menceraikannya. Gugatan cerai pun sudah dilayangkannya di Pengadilan Agama (PA) Klas I Surabaya, selepas Lebaran lalu.

Niat cerai itu muncul karena Karin merasa gagal dalam berumah tangga. Disamping itu, ia juga merasa tidak pernah diperjuangkan sedikit pun. “Lebih baik saya bercerai, dari pada seperti ini terus. Saya tidak mau berurusan dengan hukum dan menanggung malu keluarga,” pungkas wanita perdagu lancip itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here