Yuk Biasakan Langkah 3M Untuk Cegah Covid-19

0
44

Pemerintah mengambil langkah tegas untuk mencegah persebaran Covid-19 di lingkungan sosial terkecil, yakni keluarga. Untuk itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga akan berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 membuat protokol kesehatan keluarga.

”Harapan kami, protokol kesehatan keluarga ini juga dapat diterapkan. Bila ada anggota keluarga yang terinfeksi, langkah-langkah apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Untuk saat ini, agar terhindar dari infeksi Covid-19 di dalam dan di luar rumah, dia meminta keluarga-keluarga di Indonesia untuk menerapkan secara ketat 3M. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Hal itu bertujuan untuk menekan peningkatan jumlah klaster keluarga.

”Masyarakat sebaiknya menghindari sementara kegiatan yang melibatkan kehadiran seluruh anggota keluarga besar. Baik silaturahmi maupun acara hajatan sebaiknya dilakukan secara daring saja,” ujarnya.

Pasalnya, September ini kasus Covid-19 menunjukkan tren yang meningkat dalam klaster keluarga. Dia mengaku mendapat arahan dari Presiden Jokowi untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada para keluarga, terutama perempuan dan anak di seluruh Indonesia.

Berkaitan dengan klaster keluarga, disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ketat adalah kunci untuk menekan persebarannya. Disiplin itu, kata Bintang, tidak hanya pada saat keluar rumah. Tetapi, juga saat berinteraksi di dalam rumah.

”Perempuan sebagai manajer rumah tangga harus selalu mengingatkan keluarganya. Walaupun di dalam rumah, tetap memakai masker. Apalagi di dalam rumah tersebut ada kelompok rentan, balita (bawah lima tahun), dan lansia (lanjut usia),” imbuhnya.

Disiplin Protokol Kesehatan

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk patuh melaksanakan protokol kesehatan. Apalagi pemerintah secara masif telah menyosialisasikan penerapan 3M. Yakni, menggunakan masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan. Di sisi lain, pemerintah juga telah melakukan program 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, berdasar pengamatan satgas, masyarakat masih lengah dan mengabaikan protokol kesehatan. ”Masih banyak warga yang tidak patuh protokol kesehatan seperti tidak memiliki empati dengan banyaknya korban yang positif Covid-19,” ujarnya.

Dia juga menepis tudingan bahwa pemerintah hanya menunggu vaksin tersedia dalam menangani Covid-19. Padahal, satgas selalu menekankan bahwa vaksin tidak bisa dijadikan tumpuan untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Vaksin hanya salah satu intervensi untuk memberikan perlindungan kepada kesehatan masyarakat.

”Perilaku disiplin menjalankan protokol kesehatan merupakan langkah utama mengatasi pandemi. Dan itu bisa dilakukan sejak awal pandemi hingga seterusnya karena bisa melindungi masyarakat dari serangan Covid-19,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here