7 Bulan Corona, Presiden Jokowi Bicara: Tidak Usah Sok-Sokan Lockdown Provinsi

0
129

Sudah 7 bulan pandemi corona bercokol di Indonesia.Presiden Jokowi berbicara apa yang sudah dilakukan pemerintah sejauh ini.
Strategi pemerintah sejak awal mencari titik keseimbangan. Sekali lagi mencari titik keseimbangan. Saya tegaskan sekali lagi, kesehatan masyarakat, kesehatan publik, tetap nomor satu, tetap yang harus diutamakan. Ini prioritas,” ujar Jokowi dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (4/10/20).
Tapi, kata Jokowi, memprioritaskan kesehatan bukan berarti mengorbankan ekonomi,Karena jika kita mengorbankan ekonomi sama saja kita mengorbankan kehidupan puluhan juta orang.“Ini bukan opsi yang bisa kita ambil. Kita harus mencari titik keseimbangan yang pas,” tutur dia.
Jokowi juga menyinggung soal lockdown.
Menurutnya, kita tidak perlu melakukan itu dalam skala besar.Pemerintah selalu berupaya mencari keseimbangan itu. Tidak perlu sok-sokan melockdown provinsi, melockdown kota, melockdown kabupaten,” kata Jokowi.
“Karena akan mengorbankan kehidupan masyarakat. Tapi kita tetap serius mencegah penyebaran wabah supaya tidak meluas,” sambungnya.
Jokowi lebih memilih Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).Menurutnya ini lebih efektif dan sesuai kebutuhan.
“Setelah 7 bulan banyak yang kita pelajari dari wabah ini, pertama pembatasan sosial, saya kira harus kita sesuaikan. Untuk itu saya menekankan PSBM atau mi lockdown, kita buat lebih terarah. spesifik, fokus, tajam, untuk mengatasi masalah COVID tapi tidak membunuh ekonomi dan kehidupan masyarakat, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here