BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es di Bekasi

0
91

bacasaja.info Terjadinya Hujan es di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Rabu sore, 14 April 2021. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi tersebut.

Hujan lebat dengan durasi singkat, angin kencang, puting beliung, dan potensi hujan es diprediksi terjadi di masa pancaroba mulai April hingga Mei 2021.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, beberapa waktu lalu mengatakan meski awal musim kemarau Indonesia dimulai pada April 2021, namun, tidak tertutup kemungkinan masih terjadi hujan, dikarenakan kondisi dinamika atmosfer Indonesia yang unik.

Sehubungan dengan hal itu, pihak BMKG telah menjelaskan terkait hujan es yang dilaporkan terjadi di Bekasi, Jawa Barat, Rabu sore tersebut bahwa disebabkan karena perkembangan cepat awan cumulonimbus (CB).

“Salah satu penyebab hujan es di sekitar wilayah Bekasi karena mulai terbentuk awan cumulonimbus sejak pukul 14.00-15.00 WIB,” ujar Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Agie Wandala Putra di Jakarta, Rabu, 14 April 2021.

Agie juga mengatakan perkembangan awan hujan tersebut memang sangat cepat, dan menandakan adanya kondisi konvektifitas kuat yang mengakibatkan timbulnya awan cumulonimbus (CB).

Menurutnya, hal itu bisa terjadi lantaran pergolakan massa udara di dalam awan cumulonimbus, yang pada akhirnya menyamai level beku pada lapisan bawah atmosfer sehingga menghasilkan hujan es.

BMKG memprediksi pada April bahwa frekuensi pembentukan hujan es akan meningkat..

“Kejadian hujan es akan sering terjadi pada masa peralihan musim. Tahun ini antara April-Mei, seperti saat ini,” .

BMKG pun telah memonitor perkembangan cuaca dan potensi hujan lebat, yang terjadi hari ini di wilayah Jabodetabek.

Selain itu juga telah mengeluarkan sejumlah peringatan dini. Untuk itu, masyarakat diimbau waspada ketika ada perubahan cuaca yang cepat seperti saat ini.

BMKG telah memprediksi bahwa awal kemarau di sebagian provinsi di Indonesia dimulai pada April 2021. Pergantian musim ini pun terjadi secara bertahap hingga Juli nanti.

Adapun sebaran wilayah pada saat musim kemarau 2021 yang diprediksi terjadi secara bertahap itu, diantaranya untuk wilayah Nusa Tenggara dan Bali, lalu wilayah Jawa, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei hingga Juni 2021.

Dari total 342 zona musim (Zom) di Indonesia, sebanyak 22,8 persen diprediksi akan mengawali musim kemarau pada April 2021, yaitu beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa.

Kemudian sebanyak 30,4 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada Mei 2021, meliputi sebagian Nusa Tenggara, sebagian Bali, Jawa, Sumatera, sebagian Sulawesi, dan sebagian Papua.

Sementara itu, sebanyak 27,5 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada Juni 2021, meliputi sebagian Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku, dan Papua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here